Thursday, 2 November 2017

Lombok #1 - Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Nanggu (2015)

This is my 1st outing since I joined at this advetising agency. Mayaaann jalan-jalan geraaatizzzz.
Tujuan kali ini sudah ditentukan yaitu Pulau Lombok. Walaupun sudah pernah, tapi pasti ada hal yang berbeda disetiap perjalanan.

DAY 1
Menginap di daerah Pantai Senggigi, hari pertama kami habiskan dengan menyeberang, snorkeling, dan sepedaan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

kayak cendol

Tidak menginap di Trawangan, kami kembali menyeberang ke Pulau Lombok dan mampir ke Bukit Nipah/ Malimbu II. Karena cuaca mendung, sunsetnya gak kelihatan huhu..


Selesailah acara outing hari pertama..



DAY 2
Pagi-pagi kami serombongan berangkat ke daerah Lombok Selatan. Hari ini kami mau hoping island di Gili Kedis, Gili Sudak, dan Gili Nanggu. Aku belum pernah kesini, tapi denger-denger coral dan alamnya jauh lebih bagus dan masih alami dibandingkan Gili Trawangan dan sekitarnya. Dan ternyata benar!! Suasana masih sepi, layaknya pulau pribadi karena hanya rombongan kami yang datang kesini.

Setelah ganti baju dan naik kapal kecil, kami sampai di destinasi pertama yaitu Gili Kedis.
Pulaunya kecil, dikelilingi dengan jalan kaki pun tidak akan kecapekan. Pas sudah siap berenang, ada satu teman yang teriak karena disengat ubur-ubur. Ubur-uburnya kecil sih, tapi banyak. Jadi rasanya kayak digigitin ratusan semut (lebayy). Kami pun mengurungkan niat berenang tapi tetap foto-foto.


Lanjut ke pulau ke-2 yaitu Gili Sudak. Disini kami langsung nyebur dan sekalian makan siang. Ada permainan canoe yang asique banget. Biaya sewanya kalo ga salah 25.000/ canoe, sepuasnya. Coral bawah laut oke, pemandangan pantai juga oke bangettt.

gak mau pulang

Kenyang dan puas bermain canoe, kami lanjut ke Gili Nanggu. Disini ada tempat budi daya coral. Sayangnya karena semalam badai, airnya menjadi keruh dan keindahan coralnya tidak terlihat dengan jernih hiks. Amazingly, di foto tetep kelihatan kerennnn!


DAY 3
to be continued....

Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Bali (2015)

Bisa disebut sebagai kabur karena gak ada rencana long weekend mau kemana dan ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Tiket pesawat baru dipesan malam hari sebelum besok paginya berangkat. Hehe. Kali ini kabur berdua sama Oka ke Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Tempat ini menjadi hits dan bikin penasaran karena foto-foto yang di upload temen-temen di Instagram. Kok bagus-bagus banget dan setelah di cek ternyata cuma di Bali. Langsung deh kita lesgo!

Landed di Bandara Ngurah Rai, bebekal hape dengan kuota internet full dan aplikasi waze dan gojek, akhirnya kami berdua sampai di Pantai Sanur untuk segera menyeberang ke Nusa Lembongan. Kami menyeberang menggunakan kapal yang bentuknya seperti speedboat. Muat sampai sekitar 15 orang.

daftar harga speedboat
Lama penyebrangan sekitar 45 menit. Tapi belum sampai pelabuhan Jungut Batu, tanda-tanda tanah dan lautan surgawi sudah nampak. *heavy breath*

 

Kami belum memiliki intinerary mau ngapain aja, jadilah kami sewa motor saja dengan harga 70.000/ hari dengan bensin full tank. Kami berputar untuk mencari hotel dan pilihan kami terjatuh pada Rama Beach Inn. Hotel dengan konsep rumah panggung dari kayu ini lokasinya benar-benar dipinggir pantai yang menghadap ke barat, jadi bisa melihat sunset dari kamar. Tarifnya lumayan terjangkau 250.000/malam.


Perut mulai terasa lapar, akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling sambil mencari warung yang enak. Sepanjang perjalanan keliling, rasanya gak habis-habis terbengong-bengong dengan pemandangan sekitar. Kayaknya keindahan tempat ini memang tanpa usaha. Begitu doang udah cantik.

Mengelilingi Nusa Lembongan rasanya sudah cukup tapi hari masih panjang, menyeberanglah kami ke Nusa Ceningan melalui jembatan kuning mandatory buat foto-foto. Destinasi pertama setelah melihat waze adalah Ceningan Cliff. Tempat ini berupa cafe dipinggir tebing Nusa Ceningan dengan pemandangan menghadap ke Nusa Penida. Chill banget pokoknya..


Puas menyegarkan diri disini, kami lanjut ke Blue Lagoon, adalah sebuah laguna dengan tebing tinggi yang mengelilinginya. Dari tebing ini kamu bisa terjun bebas ke laut lepas, namun harus dengan pengawasan penjaga tempat tersebut, tapi sepertinya tempat ini sudah di tutup dan dipindah ke Mahana Cliff Jumping. Mungkin memang terlalu berbahaya karena ombak Samudera Hindia yang guedeee banget. Walaupun begitu, jelasss banget kami gak berani mencobanya. Haha. Hanya jalan-jalan saja disekitar tebing.


Pulangnya kami mampir ke penginapan hits Le Pirates, cuma bentar doang untuk mengobati rasa penasaran sehits apa hotel ini. Sayangnya air laut sedang sangat surut, pemandangan infinity pool dan panggung kayu pun tidak seindah yang kulihat di foto. Langsung saja pulang tanpa memesan apapun atau foto-foto. Gak mau rugi banget haha.

Sesampainya di hotel, langit mulai menjingga. Seharian kepanasan keliling pulau rasanya terbayar dengan langsung nyemplung dan berendam di pantai depan hotel. Momen ini masuk 5 list sunset terbaik yang pernah kualami.


Such a nice short escape.
Tempat ini wajib dikunjungi paling tidak sekali sebelum mati.

Girls Day Out to Bandung! (2015)

Para wanita pekerja industri creative di salah satu agency iklan ternama jogja sedang ingin menghabiskan uang. Maka tercetuslah ide rame-rame ke Bandung tapi cewek semua. Cowok tidak diperbolehkan ikut. Berangkatlah kami bertujuh menggunakan kereta ekonomi dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Kiara Condong. Judulnya menghabiskan uang tapi tetep ngirit. Haha.


Berangkat sore dari jogja, sampai Bandung tengah malam menjelang pagi. Kami numpang tidur di kontrakan teman layaknya pepes berjajar sebelum pindah ke apartemen yang sudah kami sewa. Gaya banget kan nginep di Aston Braga Hotel & Residence, disponsori Si Boss yang gak ikutan tapi baik hati. Hehe.

oneng pernah kurus


Subuh kami beranjak ke apartemen dengan membawa mobil sewaan. Setelah sampai apartemen kami mandi-mandi dan bersiap untuk destinasi pertama, yaitu Dusun Bambu.
Dasarnya cewek-cewek, lebih lama dandannya daripada otw-nya. Beruntung nggak kesiangan banget jadi waktu sampai Dusun Bambu belom ramai. Telat sedikit antrian pintu masuk langsung mengular.
Dari parkiran menuju loket masuk harus naik angkot shuttle Dusun Bambu, karena jaraknya lumayan jauh.

 



Setelah masuk pintu loket, kita akan menjumpai jalanan panggung dari kayu yang menghubungkan satu sangkar ke sangkar lain. Sangkar ini adalah tempat makan layaknya restoran. Jika ingin makan fancy disitu sepertinya harus booking dulu, kecuali keadaan benar-benar sepi.



Jalan sedikit ke arah samping, ada sebuah danau yang dikelilingi cottage kayu yang bisa kita tinggali jika ingin menginap di Dusun Bambu. Ada juga kebun bunga warna-warni yang biasa menjadi sasaran foto-foto.





Banyak yang bisa dilakukan di Dusun Bambu selain foto-foto dan menjelajah. Destinasi ini dipersiapkan juga dengan foodcourt yang menyajikan makanan khas Jawa Barat. Tapi sebaiknya bagi bodi dengan partner jika ingin makan disini. Ada yang cari meja dan ada yang beredar memesan makanan yang letaknya terpisah-pisah. Jadi ketika makanan siap kita tinggal duduk dan makann...



 
Hari berikutnya kami sarapan di Warung Lela, Dago. Entah kenapa lokasi warung yang berada di tengah-tengah komplek tetap saja ramai dan di cari keberadaannya. Menu masakan nusantara dengan nuansa Indonesia menjadi daya tariknya.


Lanjut dari situ mau main ke Lawang Wangi, tapi ternyata tutup karena tiap hari senin libur. Hiks.
Bebekal zomato dan waze, akhirnya kita main ke Day & Nite Eatery. Baru juga masuk ke gang menuju tempatnya, kami sudah berhenti untuk foto-foto. Haha.
Karena masih kenyang, kami memilih untuk ngemil-ngemil cantik saja sambil menikmati suasana santai di sana.






Malam terakhir ditutup dengan main ke pusat kuliner Pasir Kaliki. Ada ribuan tenant kuliner tumpah ruah disini. Mulai dari makanan ringan sampai ke makanan berat dan makanan pencuci mulut. Disediakan ribuan meja kursi untuk menikmati kuliner yang di jajakan. Ada panggung live musiknya juga.


Selebihnya, selayaknya wanita pada umumnya, kami habiskan dengan belanja dan belanja di fo yang berceceran kawasan Jalan Riau. Hehe.